MA AL-MU'MIN MUHAMMADIYAH TEMBARAK TEMANGGUNG
Selamat datang di blog resmi Madrasah Aliyah Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung Jawa Tengah,untuk info dapat menghubungi telfon : (0293) 4903375 atau sms 0852 0115 5870, bagi yang mau berinfak bisa transfer ke Nomor Rekening BRI 692101001674535 atas nama MA Al-Mu’min Muh

Selamat Datang di Blog M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Kampus I : Jl. KH. Abdul Rohman No 1 Purwodadi Kec. Tembarak Temanggung Jawa Tengah Indonesia. Telfon : (0293) 4903375
Kampus II: Jl. Imam Subaweh No 1 Kec. Selopampang Kab. Temanggung Jawa Tengah Indonesia. Telfon (0293) 4902560

Misi MA Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Misinya adalah mempersiapkan santri agar menjadi da’i yang faqihdalamDinul Islam

MA Al-Mu'min Muhammadiyah mencetak santri yang memiliki budaya prestasi

Sekolah yang terintegrasi dengan Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Sekolah Muhammadiyah berasrama yang ada di kabupaten Temanggung

Ruang belajar dan asrama terpisah bagi santriwan dan santriwati

Seragam santriwan MA Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Disiplin, Cerdas, Jujur, dan Santun bersama Al-Mu'min

Seragam Santriwati MA Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Mencetak generasi Faqih, Cerdas, Jujur dan Santun

Kegiatan Karya Studi Bahasa Inggris M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Siswa/Santri di ajak langsung berdialog dengan turis Asing

Pelajaran Tata Boga M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Pelajaran yang khusus di berikan kepada santriwati/siswi untuk membekali dalam kehidupan sehari hari

Tapak Suci M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Pelajaran yang melatih santri untuk sehat secara fisik dan rohani serta mampu membela diri ketika ada gangguan dari luar

Praktek Dakwah Lapangan M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Santri diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mempraktekkan semua ilmu yang di dapat selama di Pondok Pesantren

Praktek Dakwah Lapangan M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Santri diterjunkan langsung ke masyarakat untuk mempraktekkan semua ilmu yang di dapat selama di Pondok Pesantren

Ruang KBM santriwan

Kelas Putra dan Putri terpisah

Ruang KBM Santriwati M A Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung

Segera Daftarkan diri Anda ataupun Keluarga. Alamat: Jl. KH. Abdul Rohman No 1 Purwodadi Tembarak Temanggung, Provinsi. Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos : 56261, Nomer Telfon : (0293) 4903375

Membangun Generasi Qur'ani yang Berkarakter dan Berkemajuan dalam Khutbah Ta'aruf 2016

Al-Mu'min, Temanggung. Khutbah Ta'aruf adalah agenda tahunan rutin yang diadakan oleh Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung. Acara Khutbah Ta'aruf dilaksanakan pada setiap pembukaan tahun ajaran baru, seusai liburan semester genap. Untuk khutbah ta'aruf tahun ajaran 2016/2017 kali ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2016 atau 12 syawal 1437 H dengan mengambil tema " Membangun Generasi Qur'ani yang Berkarakter dan Berkemajuan ".

[ Banner Khutbah Ta'aruf 2016/1437 H ]

[ Suasana parkir peserta khutbah ta'aruf 2016 ]

Semoga segera terwujud Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung yang Qur'ani yang Berkarakter dan Berkemajuan dalam segala bidangnya.
Aamiin...

Melaung Dakwah di Purbalingga

Al-Mu'min Temanggung. Salah satu kegiatan rutin tahunan Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung adalah PDL dan sebelumnya di adakan Pra PDL, Pra Praktek Dakwah Lapangan. Praktek Dakwah lapangan tahun ini diadakan pada tanggal 13-22 Juni 2016 bertempat di Kota Purbalingga.

[ Jadwal dan lokasi penempatan peserta Pra PDL Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung 2016, Purbalingga ]

Sesuai dengan visi dan misi Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung, kegiatan Pra PDL ini bertujuan menjadikan siap terjun di masyarakat luas pada nantinya. Dimanapun lulusan berada, ia tetaplah seorang pendakwah, entah melalui sikap, sifat dan apa yang disampaikan kepada khalayak.

Fastabiqul Khairaat
Sampaikan walau hanya satu ayat...

Fara Amrina Revada, Penerima Beasiswa Kedokteran Santri Muhammadiyah UMY 2016

Temanggung (MA Al-Mu'min Muhammadiyah). Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan upaya pengembangan Muhammadiyah khususnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memberikan beasiswa untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi. Beasiswa ini diberikan kepada santri yang kurang mampu yang sebelumnya mengenyam pendidikan di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah di Indonesia.

[ Pengukuhan Santri Penerima Beasiswa Kedokteran UMY, UMY, Yogyakarta ]

Kemarin, Fara Amrina Revada, santri MA Al-Mu'min Muhammadiyah Purwodadi Tembarak Temanggung dan kawan-kawan lainnya yang juga terpilih sebagai penerima beasiswa disambut dalam acara pengukuhan penerima beasiswa kedokteran santri Muhammadiyah. Acara tersebut diadakan bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus acara buka bersama.

Fara yang merupakan putri dari Bapak Muhlasin tersebut berhasil melewati tahapan seleksi beasiswa yang terdiri dari seleksi berkas, tes CBT (Computer Based Test), tes kemampuan Bahasa Inggris, wawancara, tes psikologi, dan terakhir home visit. Fara mampu menyisihkan sekian calon santri peserta lain yang datang dari panti asuhan dan pondok pesantren Muhammadiyah Indonesia.

Berdasarkan laporan dari tahun sebelumnya, program beasiswa kedokteran santri UMY ini masuk periode tahun ke 6, sedangkan untuk program pendidikan dokter gigi merupakan tahun kedua.

Adapun santri yang mendapatkan beasiswa kedokteran UMY bersama Fara adalah sebagai berikut:

[ Daftar Santri Penerima Beasiswa Kedokteran UMY ]

Semoga menjadi penyemangat untuk adik-adiknya, terus berlomba dalam hal kebaikan.


MA Al-mu'min Muhammadiyah Raih Juara di Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Kabupaten

Temanggung (MA Al-Mu'min Muhammadiyah). 3 Santri MA Al-Mu'min Muhammadiyah Purwodadi Tembarak raih juara dalam Kompetisi Sains Madrasah 2016 tingkat Kabupaten. Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dinilai penting untuk siswa-siswi madrasah dalam rangka menumbuhkan pengetahuan tentang sains, memotivasi siswa dan memberi manfaat kepada sekolah dan masyarakat. KSM 2016 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh kemenag.
Logo KSM Tingkat Nasional, doc Kemenag
Kompetisi Sains Madrasah kabupaten untuk madrasah tingkat MA/SMA dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2016 di MAN Temanggung. KSM dilaksanakan untuk madrasah tingkat MI, MTs dan MA dengan tujuan utama meningkatkan mutu pendidikan sains di madrasah secara komprehensif melalui pembelajaran, kreativitas dan motivasi untuk berprestasi.

Alur KSM Nasional 2016
Mata Pelajaran yang dilombakan untuk tingkat MA antara lain Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi.

Berikut 3 siswa MA Al-Mu'min Muhammadiyah yang mendapat juara KSM 2016 Kabupaten Temanggung:
1. Ni'ma Churia Salma, Juara 1 KSM Mata Pelajaran Kimia
2. Imam Shadili, Juara 2 KSM Mata Pelajaran Matematika
3. Nur Fathiya, Juara 2 KSM Mata Pelajaran Biologi

Satu siswa, yakni Ni'ma Churia Salma akan mengikuti babak penyisihan Kompetisi Sains Madrasah 2016 tingkat Provinsi mewakili kabupaten Temanggung untuk mata pelajaran Kimia yang akan diadakan di Banyumas bulan Agustus mendatang.

MA Al-Mu'min Muhammadiyah Sabet Gelar Juara di Olimpiade Internasional

The International Olyq adalah program bersama sekolah Muhammadiyah, sekolah Indonesia dan sekolah-sekolah di Asia Tenggara dalam rangka mengapresiasi bakat dan minat para peserta didik dalam bidang keagamaan dan ilmu pengetahuan umum dalam bentuk kompetisi dan silaturrahim. Sebelumnya, The Olyq, kegiatan ini dilaksanakan dengan skala nasional. Karena keinginan meningkatkan hubungan dengan sekolah-sekolah di Negara Asia Tenggara, maka event ini di tambah dengan The International Olyq.

Khoirul Umam Irbah Setia Putra, peraih medali perak dalam cabang lomba Tahfidzul Qur'an tingkat SLTA ]

Berdasarkan keterangan dari pihak Uhamka, event ini dikompetisikan berbagai cabang Olimpiade Quran dan Teknologi. Peserta lomba adalah seluruh peserta didik muslim dari Negara-negara yang berada di Asia tenggara dari tingkat dasar sampai menengah atas. Dengan kegiatan ini diharapkan kompetensi minimal seorang muslim dapat dikuasai dengan baik bagi peserta didik muslim di Negara-negara Asia tenggara di imbangi juga penguasaan teknologi di era Globalisasi ini. Menurut Presiden JPSM-Indonesia, ”Alhamdulillah, sudah 2 tahun JPSM berdiri sudah bisa menyelenggarakan Olympiade al-Qur’an (Olyq) 2 kali”. Olyq pertama diselenggarakan di Cilacap. Olyq II digelar di Universitas Prof. Dr. UHAMKA, Jl. Delima No. 2, Klender, Makasar, Jakarta Timur, DKI Jakarata, tanggal 27-28 Mei 2016. Dari laporan panitia pendaftar mencapai angka ribuan.

[ Banner The International Olyq II, Uhamka, Jakarta ] 

Olyq II diikuti oleh peserta dari Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Dalam Olyq II juga ikut dilombakan cabang robotik, roket air dan perkenalan drone. Selain lomba untuk siswa Olyq II juga melombakan prestasi guru dalam bentuk bestpractice yang juga dipresentasikan.


Prestasi yang menggembirakan untuk MA Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung sendiri yang dapat menyabet medali sebanyak 2 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu dengan cabang lomba sebagai berikut:


Nama Pemenang dan cabang lomba:
1. Azizul Afidah, medali Emas, Lomba Tahfidzul Qur'an SLTA
2. Aisyah Nur Isnaeni, medali perak, Lomba Tahfidzul Qur'an SLTA
3. Khoirul Umam Irbah Setia Putra, medali perak, Lomba Tahfidzul Qur'an SLTA
4. Imam Sintianto, medali Emas, Lomba Kaligrafi SLTA
5. Maytica Sarachen, medali Perak, Lomba Kaligrafi SLTA
6. Abdullah Ma'sum Arifa'i, medali perunggu, Lomba Tartil Qur'an SLTA
7. Yani Ariesta Eka Pratama, medali perunggu, Lomba Tartil Qur'an SLTA

[ Bersama Ustadz Romadlon ] 

Dalam ajang ini, membuktikan bahwa santri Indonesia mampu bersaing dengan peserta lain dikancah Internasional. meskipun saling bersaing, mereka tetap dalam satu naungan, santri (peserta didik) dan tetap dalam satu wadah, persyarikatan Muhammadiyah.


Dengan adanya prestasi yang terus bermunculan ke permukaan, semoga menjadi motivasi peserta didik yang lain untuk turut menjadi juara terbaik untuk dirinya, keluarga, sekolah dan bangsanya.

Kepala sekolah berpesan, “semoga menjadikan kita senantiasa bersyukur atas setiap pencapaian dan tetap dijauhkan dari sifat sum’ah dan riya”. Tetaplah berlomba-lomba dalam hal kebaikan.

Penampilan Baru Kampus 2 Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak

Kampus 2 mulai menampakkan penampilan barunya. Sejak dibangun mulai tahun 2011 merangkak berbenah dengan mengembangkan sayap dengan berdirinya Kampus 2 Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak yang terletak di Selopampang, tepatnya di Jalan Imam Subaweh 1 Selopampang Temanggung.

[ Kampus 2 Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak ]

[ Taman Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak ]

[ Pondok Pesantren Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak, samping rumah Ustadz Rosyid Ridho ] 

Dengan adanya pembangunan demi pembangunan semoga terus turut memfasilitasi dan mencerdaskan bangsa lewat pendidikan pesantren.

Info Infaq Pembangunan:
Kantor Tata Usaha masing-masing unit Pendidikan
MTs (0293) 4903344
MA  (0293) 4903375
SMK

MEWUJUDKAN MASYARAKAT ISLAM YANG SEBENAR-BENARNYA



MEWUJUDKAN MASYARAKAT ISLAM YANG SEBENAR-BENARNYA
Oleh : Makmun Pitoyo
(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak)

Anggaran Dasar Muhammadiyah pasal enam menyatakan bahwa maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sedangkan pasal tujuh menyatakan untuk mencapai maksud dan tujuan, Muhammadiyah melaksanakan dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan.
            Persoalan muncul ketika kita melihat kenyataan bahwa manusia pada umumnya (tidak terkecuali di dalam persyarikatan Muhammadiyah) belum memahami manfaat hadirnya Islam di tengah-tengah masyarakat. Cukuplah sebagai bukti bahwa ketika kita melihat seseorang tampak khusyuk dengan menghadirkan dalil-dalil yang berkaitan dengan hukum merokok, atau hukum potong tangan bagi pencuri dengan kadar tertentu, mereka cenderung menolak atau paling tidak ragu antara menolak dan menerima. Oleh karenanya, saya rasa sudah tepat, sebelum berbicara tentang wujudnya masyarakat Islam yang sebenarnya kita berbicara lebih dahulu manhaj dakwah yang akan kita lakukan. Dan untuk berbicara masalah ini sepantasnya kita menengok keberhasilan dua Nabi teladan kita, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan dan Nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi wa sallam karena kita diperintah meneladani mereka.

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأولِي الألْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (١١١)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111)

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٢٣)

“kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.” (QS. An-Nahl: 123)

Dakwah Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam adalah dakwah yang membara, kuat dan terpancar kepada Tauhidullah (mengesakan Allah Swt) dan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya serta membuang dan menolak segala macam bentuk
kemusyrikan.
قُلْ صَدَقَ اللَّهُ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (٩٥)

“Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Ali Imran: 95)

Dakwah beliau adalah dakwah yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan baru kemudian menyebar kepada umat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Dakwah yang dilaksanakan melalui penelitian dan mengerti kondisi yang ada, yang berjalan di atas jalan yang lurus, kokoh menghunjam ke dalam, rimbun dan tinggi menjulang ke atas.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٧٤)وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ (٧٥)فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ (٧٦)فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لأكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (٧٧)فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ (٧٨)إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (٧٩)

“dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
75. dan Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (kami memperlihatkannya) agar Dia Termasuk orang yang yakin.
76. ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."
77. kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku Termasuk orang yang sesat."
78. kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.” (QS. Al-An’am: 74 – 79)

Dakwah Nabi Ibrahim as adalah dakwah untuk memahamkan umat tentang Rububiyah Allah Swt dan Uluhiyah-Nya agar mereka berjalan di atas kebenaran dengan menyembah hanya kepada-Nya semata. Dakwah yang memberikan peringatan keras  kepada setiap orang yang sombong dan congkak lagi berbuat lalim/aniaya baik dari kalangan rakyat maupun penguasa.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (٢٥٨)

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang[*] yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan".[**]Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 258)

[*] Yaitu Namrudz dari Babilonia.
[**] Maksudnya raja Namrudz dengan menghidupkan ialah membiarkan hidup, dan yang dimaksudnya dengan mematikan ialah membunuh. Perkataan itu untuk mengejek Nabi Ibrahim a.s.

Dakwah yang memberantas tuntas segala macam kebudayaan dan faham-faham yang bertentangan dengan tauhid.

وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ (٥١)إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ (٥٢)قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ (٥٣)قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٥٤)قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللاعِبِينَ (٥٥)قَالَ بَل رَبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَى ذَلِكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ (٥٦)

51. dan Sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun)[*], dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
52. (ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung Apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
53. mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak Kami menyembahnya".
54. Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata".
55. mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada Kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu Termasuk orang-orang yang bermain-main[**]?"
56. Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku Termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu". (QS. Al – Anbiya: 51 – 56)

[*] Maksudnya sebelum diturunkan Taurat kepada Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s.
[**] Maksudnya: Apakah kamu menyeru Kami kepada agamamu sebenar-benarnya atau kamu hanya bermain-main?

Melihat manhaj dakwah Nabi Ibrahim as yang demikian itu, maka kita dapat mengambil pelajaran bahwa manhaj dakwah yang benar adalah dakwah tidak dimulai dari hukum dan kekuasaan, dakwah juga tidak dimulai dari seni dan kebudayaan, dakwah  tidak dimulai dari memperbanyak amalan ibadah dan akhlak, akan tetapi dakwah dimulai dari penanaman aqidah tauhid yang kuat hingga merasuk ke dalam kalbu masing-masing individu, tertanam kuat dalam jiwa mereka sehingga tidak tergerus oleh berbagai iming-iming duniawi, godaan dan rayuan syetan berupa jin dan manusia.
Bagaimana dengan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ?

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلا يَسْرِقْنَ وَلا يَزْنِينَ وَلا يَقْتُلْنَ أَوْلادَهُنَّ وَلا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٢)

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk Mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka[*] dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, Maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al – Mumtahanah: 12)

[*] Perbuatan yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka itu maksudnya ialah Mengadakan pengakuan-pengakuan palsu mengenai hubungan antara pria dan wanita seperti tuduhan berzina, tuduhan bahwa anak si Fulan bukan anak suaminya dan sebagainya.

Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali dalam bukunya “Minhajul Anbiya’ Fi Dakwati Ilallah Fiihil Hikmah Wal Aql,menyatakan bahwa meskipun ayat ini menjelaskan tentang bai’at para wanita, namun Rasulullah Saw juga membai’at kaum lelaki di atas kandungan ayat ini. Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Ubadah bin As-Shamit r.a. dia berkata, “Dahulu Rasulullah Saw berada dalam suatu majelis, lalu beliau bersabda: ‘Berbai’atlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, tidak mencuri, tidak berzina, dan tidak membunuh anak-anak kalian, dan berbai’atlah kepadaku atas ayat yang wanita diambil perjanjian  dengannya.’ (Q.S. Al Mumtahanah : 12). Barangsiapa yang menepati janji di antara kalian, Allah akan memberikan pahala kepadanya. Dan barangsiapa melakukan salah satu hal itu lalu dihukum (di dunia), maka itu merupakan kaffarat baginya. Dan barangsiapa melakukan salah satu hal itu lalu Allah menutupinya, maka urusannya kembali kepada Allah, jika berkehendak Allah akan mengampuninya dan jika berkehendak Allah akan mengadzabnya.”
Dakwah yang beliau (Nabi Muhammad Saw) lakukan adalah dakwah yang menjadikan seseorang benar-benar bertauhid kepada Allah Swt  sehingga tidak ada sesuatupun yang berhak disembah kecuali hanya Allah Swt. Orang yang mendapat dakwahnya akan menjadi  orang yang berkeyakinan kuat bahwa Allah Swt adalah Dzat yang menciptakan alam seisinya termasuk manusia. Dialah Dzat yang memberi rizki, yang mengatur dan memelihara kehidupan sehingga seluruh hak-hak hamba-Nya terpenuhi tanpa ada sesuatupun yang terluput dari-Nya. Mereka berkeyakinan kuat bahwa hidup ini cukup dengan pemberian Allah swt yang halal dan baik tanpa harus bersusah payah mencari yang haram apalagi mengupayakan dengan cara-cara yang dzalim karena mereka berkeyakinan bahwa negeri akhirat lebih utama dan kekal, mereka juga berkeyakinan kuat bahwa hanya Allah Swt sajalah tempat mereka berlindung dan menggantungkan segala urusannya tanpa harus merengek-rengek mencari perlindungan dan ketergantungan kepada makhluk Allah Swt yang menentang dan memusuhi syariat-Nya. Mereka berkeyakinan bahwa syari’at Allah Swt dan Rasul-Nya telah cukup sempurna dan paripurna untuk mengatur kehidupan tanpa harus mengada-adakan syariat baru.
            Memahami metode dakwah yang dilakukan kedua Nabiyullah Ibrahim ‘Alaihis Salam dan Muhammad Shallallahu ‘alahi wa sallam, maka patut kita menyampaikan nasehat Syekh Rabi’ sebagai berikut, “Bila orang-orang yang berakal melihat seekor macan yang siap menerkam dan sekelompok tikus yang menyerang mereka, mereka tentu akan serentak menangkis serangan macan. Mereka akan melupakan tikus-tikus itu walaupun bersamanya ada kelompok lain, misalnya katak. Bila perjalanan musafir terhenti di suatu jalan bercabang dan tidak ada pilihan lain bagi mereka; pertama, jalan yang di sana terdapat gunung berapi yang memuntahkan panas dan apinya, serta meluluhlantakkan pepohonan dan bebatuan, dan yang kedua,  jalan yang disana terdapat duri, padang pasir yang panas membakar dan panas matahari yang menyengat. Niscaya akal mereka tidak akan memilih kecuali jalan yang kedua. Sekarang kita mengambil contoh yang lebih rusak –yang saya maksud adalah kerusakan-kerusakan politik, sosial dan ekonomi– dan yang paling parah di antaranya adalah kerusakan hukum, untuk kita bandingkan dengan kerusakan aqidah. Apakah keduanya sama dalam timbangan Allah Swt dan timbangan para nabi? Ataukah salah satunya lebih berbahaya, lebih celaka dan lebih pahit akibatnya? Dalam timbangan Allah dan timbangan para NabiNya, yang lebih berbahaya dan lebih pantas untuk berkonsentrasi terhadapnya sepanjang masa dan zaman serta dalam setiap risalah adalah syirik berikut fenomenanya. Dimana tidak ada kerusakan yang sebanding dengannya, sebesar apapun kerusakan itu. Berdasarkan hal ini, kita kembali dan mengatakan: Sesungguhnya permulaan dakwah seluruh nabi (adalah) dengan memperbaiki sisi aqidah dan memerangi syirik serta fenomenanya, merupakan konsekuensi hikmah dan akal.”
Demikianlah nasehat syeikh Rabi’, oleh karena itu untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, marilah kita kembali mengkaji secara sungguh-sungguh bagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad melakukan dakwahnya sehingga kita faham betul dan mencontohnya untuk diri kita pribadi, keluarga kita dan masyarakat pada umumnya.  Kita hindarkan diri kita, keluarga dan masyarakat kita dari segala macam bentuk kemusyrikan dan semua fenomena yang melingkupinya agar Allah Swt segera menolong kita dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan umat ini. Semoga Allah Swt senantiasa meridhai terhadap apa yang kita lakukan. Wallahu A’lam Bis Shawab. (Disampaikan pada Kajian Dosen dan Karyawan UM Magelang, Jum’at 22 April 2016 jam 08.00. Isi materi ini juga pernah dimuat dalam majalah Tabligh 2012).